Panggung Siti Nurbaya

Sepertinya tulisan saya kali ini judulnya cukup aneh dan kurang begitu wajar?  Yeah ceritanya memang tak wajar dan tragis menurut saya, karena itulah saya menuliskan judul ini.  Seperti biasa tulisan kali ini juga masih tetap terinspirasi dari seorang sahabat saya yg datang bercerita mengisahkan kegundahan hatinya karena “Kasih yg tak sampai”.

Mungkin kisah itu terlalu rumit untuk di mengerti dan sudah banyak terjadi di sekitar kita, bahkan dari jaman dulu hingga sekarang masih saja ada yg namanya perjodohan.  Mulai dari perbedaan kasta, pendidikan, ekonomi dan lain sebagainya.  Seperti halnya dengan kisah sahabat saya ini, ia telah menjalin hubungan dengan sang pujaan hati selama 9th demi sebuah mimpi untuk berumah tangga bersamanya.  Tapi perjalanan itu tidak semulus yg di bayangkan, karena perbedaan yg bersifat duniawi membuat mereka berdua harus melupakan semua mimpi²nya yg di rajut selama ini.  Sang orang tua wanita tidak menerima sahabat saya ini karena pendidikannya hanya sebatas SMA dan dibesarkan oleh ibunya yg janda dari keluarga sederhana, sementara sang wanita sorang sarjana dari keluarga yg cukup berada nan angkuh.  Dari perbedaan itulah orang tuanya hendak menjodohkan putrinya dengan rekan kerja ayahnya, yg sama² memiliki background duniawi yg tak jauh berbeda.  Sebenarnya orang tua dari sang wanita memberi kesempatan utk sahabat saya ini membuktikan jika ia bisa merubah keadaan, namun ia terlalu pesimis karena kesempatan itu hanya sebuah skenario untuk semakin menyudutkan sahabat saya.

Saya cukup memaklumi maksud dari orang tua sang wanita, ingin memberikan yg terbaik bagi putrinya hingga terjadilah perjodohan ini.  Namun yg tidak di sadari oleh orang tua yg gila kehormatan adalah kebahagiaan anak telah di renggut dengan cara menjual putrinya secara halus dengan bungkus perjodohan bak Siti Nurbaya.  Semata-mata demi kehormatannya di depan orang² yg munafik, mungkin juga karena satu alasan agar harta kekayaannya tidak jatuh ke tangan orang miskin.  Tragis..! orang tuanya yg berpendidikan S3 namun pola pikirnya hanya sebatas itu, terkesan seperti tidak memiliki hati karena kebahagiaan anak telah di korbankan demi alasan yg sangat sangat tidak bijaksana.. na’udzubillah

Dari kisah itulah yg membuat hati saya ikut terbawa kesedihan sahabat saya, rasanya tidak adil bagi kita yg hidup tidak seberuntung mereka.  Impian yg di rajut selama ini di renggut begitu saja dengan cara yg kerdil, tapi saya percaya bahwa jodoh, maut dan rizqy di tangan Tuhan Yang Maha Kuasa.  Kita manusia hanya bisa berencana, namun yg menentukan adalah Tuhan.  Semoga sahabat saya bisa tetap sabar dan kuat utk mengambil hikmah dari kisahnya amien….

 

Subscribe / Share

Article by Didien™

Authors bio is coming up shortly. Didien™ tagged this post with: , , , , , , , Read 128 articles by
3 Comments Post a Comment
  1. Odie says:

    ane mencium bau yang gak enak ni,,,wkwkw,, itu yang baru statusnya langsung merana,,,,wakakak

  2. Didien™ says:

    hahahahaha…enggalah die, ini kan cerita dari “orang lain” ajah…

  3. salam kenal mas didien,,,
    memang skrg lg musim ya, orang yg ngakunya berpendidikan malah kelakuannya jauh lebih buruk dari orang yg tidak punya pendidikan sama sekali.

Leave a Reply




Guest Book

PR

Ads

Blog Ads

Blog Advertising - Advertise on blogs with SponsoredReviews.com