<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>dcamz&#187; Universal site for technology and lifestyle</title>
	<atom:link href="http://www.dcamz.web.id/tag/kejaksaan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.dcamz.web.id</link>
	<description>&#34;Tidak ada hal hebat yang tercipta dalam sekejap.&#34;</description>
	<lastBuildDate>Wed, 28 Jul 2010 06:25:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Arti sebuah kejujuran</title>
		<link>http://www.dcamz.web.id/arti-sebuah-kejujuran/</link>
		<comments>http://www.dcamz.web.id/arti-sebuah-kejujuran/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Apr 2010 18:42:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>didin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[arti]]></category>
		<category><![CDATA[gayus]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[jujur]]></category>
		<category><![CDATA[kasus]]></category>
		<category><![CDATA[kebenaran]]></category>
		<category><![CDATA[kejaksaan]]></category>
		<category><![CDATA[kejujuran]]></category>
		<category><![CDATA[munafik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dcamz.web.id/?p=1594</guid>
		<description><![CDATA[Kejujuran&#8230;?? Dalam praktek dan penerapannya, secara hukum tingkat kejujuran seseorang biasanya dinilai dari ketepatan pengakuan atau apa yang dibicarakan seseorang dengan kebenaran dan kenyataan yang terjadi.  Jujur jika diartikan secara baku adalah &#8220;mengakui, berkata atau memberikan suatu informasi yang sesuai kenyataan dan kebenaran&#8221;.  Bila berpatokan pada arti kata yang baku dan harafiah maka jika seseorang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- google_ad_section_start --><p style="text-align: center;"><img class=" aligncenter" title="source : ghifiardi.com" src="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:IFGtqZ4ak1eBtM:http://ghifi.files.wordpress.com/2009/07/organization-chart.jpg" alt="" width="92" height="132" /></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Kejujuran&#8230;?? Dalam praktek dan penerapannya, secara hukum tingkat kejujuran seseorang  biasanya dinilai dari ketepatan pengakuan atau apa yang dibicarakan  seseorang dengan kebenaran dan kenyataan yang terjadi.  Jujur jika diartikan secara baku adalah <em>&#8220;mengakui, berkata atau  memberikan suatu informasi yang sesuai kenyataan dan kebenaran&#8221;</em>.  Bila berpatokan pada arti kata yang baku dan harafiah maka jika  seseorang berkata tidak <span id="more-1594"></span>sesuai dengan kebenaran dan kenyataan atau tidak  mengakui suatu hal sesuai yang sebenarnya, orang tersebut sudah dapat  dianggap atau dinilai tidak jujur, menipu, mungkir, berbohong, munafik  atau lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Dan kondisi ini juga lah yg sedang di alami oleh bangsa Indonesia saat ini, banyaknya kasus² yg mencuat di permukaan mulai dari kasus KPK vs POLRI, BANK Century dan terbaru kasus Gayus. Ironisnya hampir semua kasus yg terjadi melibatkan instansi POLRI dan Kejaksaan.  Ini membuat <span style="text-decoration: line-through;">para pemirsa</span> rakyat Indonesia berharap  para pelaku <em>(read; penyidik &amp; terdakwa)</em> di tuntut untuk menjunjung tinggi sebuah kejujuran dalam hal membongkar kasus yg ada.  Tapi nampaknya rasa pesimistis tetap menghantui sebagian besar rakyat negeri ini terhadap kejujuran dalam mengungkap sebuah kebenaran bagi mereka yg di beri amanah.  Semua tertuju pada sebuah kalimat &#8220;Rekayasa&#8221;, ahhh..ini mah klasikkkk&#8230;tapi paling tidak kita semua berharap kali ini benar² adanya sebuah kejujuran&#8230;.amin</p>
<p style="text-align: justify;">Lantas pertanyaannya adalah apakah kita sudah jujur pada diri sendiri?  kemudian jujur terhadap orang lain? Lalu Bagaimanakah kejujuran itu  dapat dipraktekkan dalam  sehari-hari?  Jawabannya adalah ada pada diri  anda sendiri.</p>
<script src="http://feeds.feedburner.com/~s/Dcamz?i=http://www.dcamz.web.id/arti-sebuah-kejujuran/" type="text/javascript" charset="utf-8"></script><!-- google_ad_section_end -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dcamz.web.id/arti-sebuah-kejujuran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>44</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Potret Buram Penegakkan Hukum</title>
		<link>http://www.dcamz.web.id/potret-buram-penegakkan-hukum/</link>
		<comments>http://www.dcamz.web.id/potret-buram-penegakkan-hukum/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Nov 2009 04:22:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>didin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Curhat]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[buaya]]></category>
		<category><![CDATA[cicak]]></category>
		<category><![CDATA[dagelan]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[kasus KPK]]></category>
		<category><![CDATA[keadilan]]></category>
		<category><![CDATA[kejaksaan]]></category>
		<category><![CDATA[kpk]]></category>
		<category><![CDATA[mafia peradilan]]></category>
		<category><![CDATA[mahkamah konstitusi]]></category>
		<category><![CDATA[penegakan hukum di indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[potret]]></category>
		<category><![CDATA[suryani]]></category>
		<category><![CDATA[transparansi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dcamz.web.id/?p=1079</guid>
		<description><![CDATA[Cicak-cicak di dinding Diam-diam merayap Datang  seekor Buaya, haphhh..lalu di telan.. =)) Sepenggal lagu yg sengaja d&#8217;Camz® plesetkan untuk mengisahkan seekor cicak  (KPK) melawan buaya (POLRI), yg kini masih hangat di bicarakan oleh seluruh komponen masyarakat Indonesia, entah pakar politik, tokoh nasional, orang awam hukum seperti saya bahkan presiden sekalipun akhirnya harus turun tangan.  Ketika [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- google_ad_section_start --><blockquote style="text-align: justify;"><p>Cicak-cicak di dinding</p>
<p>Diam-diam merayap</p>
<p>Datang  seekor Buaya, haphhh..lalu di telan.. =))</p></blockquote>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft" src="http://www.detiknews.com/images/content/2009/11/02/10/cicak-buayadlm.jpg" alt="" width="208" height="208" />Sepenggal lagu yg sengaja <a href="http://www.dcamz.web.id/kalimat-emas/">d&#8217;Camz®</a> plesetkan untuk mengisahkan seekor cicak  (KPK) melawan buaya (POLRI), yg kini masih hangat di bicarakan oleh seluruh komponen masyarakat Indonesia, entah pakar politik, tokoh nasional, orang awam hukum seperti saya bahkan presiden sekalipun akhirnya harus turun tangan.  Ketika buaya mamandang cicak hanyalah binatang kecil yg di didik oleh buaya dalam hal  kaitannya dengan aktifitas membongkar suatu kejahatan (KKN), ternyata tidak bisa di pandang sebelah mata.  Ketika mereka (Buaya) merasa besar di hadapan Cicak, ironisnya kini sang Cicak tumbuh semakin besar karena dukungan publik yg mengharapkan transparansi dan azaz keadilan dalam hal penegakkan hukum di negri ini.  Setelah rekaman &#8220;dugaan&#8221; upaya kriminalisasi terhadap KPK yang diperdengarkan di Mahkamah Konstitusi (MK) makin menunjukkan potret<span id="more-1079"></span> penegakan hukum di Indonesia masih sangat-sangat-sangat buram.   Penegakan hukum di negeri yang berlandaskan hukum ini pun sangat terancam.  Bisa jadi kasus² yg melibatkan mafia peradilan juga banyak yg tidak di ketahui oleh kita, kebetulan mungkin hanya kasus ini yg terkuak, dan akhirnya membawa <a href="http://www.dcamz.web.id/dagelan-kpk-vs-polri/">dagelan</a> ini cukup menyita perhatian publik. Mafia-mafia peradilan yang selama ini didengungkan oleh para penggiat antikorupsi ini ternyata bukanlah isapan jempol belaka, bila harus kita tengok ke belakang salah satu contoh adanya mafia peradilan yg pernah terjadi adalah kasus Jaksa Urip Tri gunawan dengan Arthalita Suryani, dan tragisnya salah satu nama oknum kejaksaan yg di sebutkan dalam rekaman Anggodo juga tercatat pernah terlibat dalam kasus Tri-Athalita.. Mengherankan.. orang yg memiliki catatan buruk masih menjadi pejabat penegak hukum negeri kita tercinta&#8230;??????!!!!!!!!!!</p>
<p style="text-align: justify;">Kita mungkin merasa pesimis penegakkan hukum di negeri ini dapat terlepas dari bayang² mafia peradilan yg <span style="text-decoration: line-through;">selama ini mungkin selalu</span> ada, namu harapan itu akan selalu ada jikalau setiap penyelesaian kasus haruslah dilakukan dengan transparan dan fair, terlebih bila kasus ini melibatkan orang yg berduit, pejabat/tokoh politik dan pejabat hukum itu sendiri. Ini penting untuk kembali dilakukan oleh para penegak hukum agar kemungkinan-kemungkinan kecil untuk terjadinya penyelewengan hukum bisa dihindari dan masyarakat/publik dapat mengontrol ada tidaknya sebuah unsur penyelewengan hukum tersebut.  Tidak dapat di pungkiri ketika masyarakat awam melihat kasus seperti ini dapat menyimpulkan adanya dugaan kriminalisasi pimpinan KPK, karena pandangan/analisa masyarakat awam menggunakan Logika serta bukti rekaman yg telah di ungkapkan di depan publik.  Dan ketika semuanya terkuak tidak ada dasar / alasan untuk tidak menangkap nama² yg terlibat dalam rekaman itu&#8230; *saya nggak mengintervensi lhoooo..hahahahah* <img src='http://www.dcamz.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> )</p>
<p style="text-align: justify;">Hmmmm&#8230;. Apapun dalihnya dan apapun pembelaannya masyarakat luas sudah dapat mereka-reka siapa yg salah dan siapa yg benar.  Kita mungkin setuju bahwa aturan ini yg membuat adalah mereka , tragisnya mereka sendirilah yg membuat aturan ini menjadi rusak.  Masyarakat akan semakin di bodohi oleh orang² pinter yg keblinger, apa jadinya ketika hukum dapat di manipulasi oleh mereka yg merasa dirinya bersih, pintar dan berkuasa namun ternyata adalah seorang yg MUNAFIK sejati..? <em>Na&#8217;udzubillah mindzalik</em>&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">Sebenarnya Kapolri BHD sudah meminta maaf dan berharapa kepada media untuk tidak lagi menggunakan istilah Buaya (Polisi) Vs Cicak (KPK), tapi yg menjadi pertanyaan adalah mengapa di zaman reformasi yg katanya demokrasi masih ada pengekangan pers dan berpendapat&#8230;??? Semua masyarakat Indonesia pun tau istilah Cicak Vs Buaya adalah karya dari Anggota buaya itu sendiri&#8230; =)) sungguh lucu&#8230; hahahaha.. Yuphhh mudah²an adanya dengan kasus ini meberikan hikmah kepada semua unsur  penegak hukum untuk tidak memanipulasi aturan  yg sifatnya mengaburkan semua fakta serta mencari keuntungan pribadi.  Kebusukan selalu akan terbongkar, dan masyarakat berhak tau jalannya penegakkan hukum yg seadil-adilnya&#8230; insyaAllah amin&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">[ad#co-1]</p>
<script src="http://feeds.feedburner.com/~s/Dcamz?i=http://www.dcamz.web.id/potret-buram-penegakkan-hukum/" type="text/javascript" charset="utf-8"></script><!-- google_ad_section_end -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dcamz.web.id/potret-buram-penegakkan-hukum/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>35</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dagelan : KPK vs POLRI</title>
		<link>http://www.dcamz.web.id/dagelan-kpk-vs-polri/</link>
		<comments>http://www.dcamz.web.id/dagelan-kpk-vs-polri/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Oct 2009 14:44:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>didin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Curhat]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[buaya]]></category>
		<category><![CDATA[cicak]]></category>
		<category><![CDATA[dagelan]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[kasus]]></category>
		<category><![CDATA[keadilan]]></category>
		<category><![CDATA[kejaksaan]]></category>
		<category><![CDATA[kkn]]></category>
		<category><![CDATA[korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[koruptor]]></category>
		<category><![CDATA[kpk]]></category>
		<category><![CDATA[kpk vs polri]]></category>
		<category><![CDATA[media masa]]></category>
		<category><![CDATA[pembunuhan]]></category>
		<category><![CDATA[polri]]></category>
		<category><![CDATA[tikus]]></category>
		<category><![CDATA[transparansi hukum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dcamz.web.id/?p=1066</guid>
		<description><![CDATA[Kali ini dCamz ingin mengangkat sebuah dagelan yg di perankan oleh KPK sebagai Cicak, POLRI sebagai Buaya, Kejaksaan sebagai Bunglon, dan KORUPTOR sebagai TIKUS.  Apabila ada kesamaan tempat, alur cerita dan tokoh kami mohon maaf karena ini bukan unsur yg tidak di sengaja. Dagelan berita terhangat yg sedang gencar muncul di media masa akhir-akhir ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- google_ad_section_start --><p style="text-align: justify;"><span style="font-family: Comic Sans MS;"><a href="http://www.detiknews.com/images/content/2009/11/02/10/cicak-buayadlm.jpg"><img class="alignleft" title="sumber : detik.com" src="http://www.detiknews.com/images/content/2009/11/02/10/cicak-buayadlm.jpg" alt="" width="259" height="259" /></a>Kali ini dCamz ingin mengangkat sebuah <strong>dagelan</strong> yg di perankan oleh KPK sebagai Cicak, POLRI sebagai Buaya, Kejaksaan sebagai Bunglon, dan KORUPTOR sebagai TIKUS.  Apabila ada kesamaan tempat, alur cerita dan tokoh kami mohon maaf karena ini bukan unsur yg tidak di sengaja. Dagelan <span style="text-decoration: line-through;">berita</span> terhangat yg sedang gencar muncul di media masa akhir-akhir ini adalah bukan lain tentang perseteruan Cicak vs Buaya, sebuah dagelan yg sedang di mainkan oleh beberapa aktor di atas panggung hiburan bangsa Indonesia, dan kita sebagai rakyat jelata adalah penontonnya, apalagi sebagai penonton tidak boleh dan di larang keras beropini, protes dan berpendapat *lhooo..katanya demokrasi???*.  Sebagai <span id="more-1066"></span><span style="text-decoration: line-through;">blogger</span> <span style="text-decoration: line-through;">masyarakat</span> penonton bodoh dan awam hukum seperti saya ini, nampak jelas bahwa perseteruan dua lembaga ini syarat dengan motif balas dendam ato sengaja di adu domba  oleh oknum tertentu serta terkesan memaksakan.  Entah siapa oknum yg menjadi sutradaranya..??? Entah oknum Buaya, entah oknum Bunglon, entah maria Ozawa.. <img src='http://www.dcamz.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> ) ?? Demi sebuah tujuan penggembosan kinerja Cicak dalam mengusut kasus KKN di negeri ini.  Pertanyaan dari saya sekaligus yg akan saya jawab sendiri adalah mengapa Antasari menguak ini semua bukan di saat dia masih aktif sbg ketua lembaga cicak dan mengapa Buaya dalam hal ini terkesan memaksakan kasus untuk menyeret cicak menjadi tersangka? Jawabannya adalah karena pengecutnya oknum Cicak yg  tersandung kasus dugaan pembunuhan hanya gara2 wanita sbg calon penghuni hotel prodeoa sendirian *sungguh memalukan!!!* dan Buaya tidak dapat menangkap Tikus karena hal lain..?? selaian itu tikus bisa berteman dengan bunglon,dan bunglon itu bisa <em>&#8220;AC-DC&#8221;</em> . Mungkin anda bisa melihat , betapa banyaknya mafia KKN yg tumbuh subur dan dapat dengan mudah merekayasa sebuah kebusukan menjadi suatu hal yg manis, merubah warna hitam menjadi abu-abu, dan bahkan dapat mengkambing hitamkan Cicak&#8230; :d</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: Comic Sans MS;">&#8220;Cicak&#8221; adalah merupakan angin segar bagi &#8220;rakyat&#8221; Indonesia demi pemberantasan dan penegakkan hukum para koruptor yg semakin merajalela.  Tidak sedikit yg meragukan keberadaan lembaga cicak ini, namun tugasnya dalam pemberantasan KKN, Cicak lebih unggul 90% lebih nyata prestasinya di bandingkan prestasi Buaya apalagi Bunglon dalam hal pemberantasan KORUPSI . .  Dari pandangan inilah saya meyakini bahwa ada pihak yg merasa kehormatannya terancam dengan kinerja Cicak, </span><span style="font-family: Comic Sans MS;">Bahkan ada fihak yg bahagia dan ikut semakin memojokkan keberadaan Cicak dengan adanya kasus ini.</span><span style="font-family: Comic Sans MS;">.  Ada satu permasalahan yg membuat saya bingung dan merasa semakin BODOH, ketika cicak coba mengungkap adanya keterlibatan oknum buaya atas pencairan dana Bank Century.  Dalam hal ini penyidikan terhadap keterlibatan oknum buaya itu ironisnya di periksa oleh pihak buaya sendiri  (read, IRWASUM ) bukannya dari lembaga yg independen.. mungkin anda bisa menyimpulkan terkait hal ini, betapa sulitnya mencari keadilan dan transparansi hukum di negeri ini&#8230; sungguh TRAGISSS&#8230;!! <img src='http://www.dcamz.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' />   <img src='http://www.dcamz.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> (</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: Comic Sans MS;">Hmmmmm&#8230;. #:-S Nampaknya kalo harus saya tulis semua paparan ttg dagelan ini mungkin tidak akan pernah selasai serta membuat  bingung yg baca dan bahkan  semakin membuat saya gregetan, jadi sebaiknya kita ikuti perkembangannya di media lain.  Lagipun sepertinya ending dari dagelan ini masih  jauh dari tanda2nya, dan kita harus tetap bersabar menunggu terkuaknya kebenaran itu.  Tentunya kita berharap akan ada happy ending dari dagelan ini *kebenaran seutuhnya* agar rakyat Indonesia tidak semakin ling lung atas kasus yg sedang mencuat ini. amin ya rabbal alamin </span>&#8230;. [-o&lt;</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff6600;"><strong>bagaimana pendapat anda tentang dagelan ini..??</strong></span> <img src='http://www.dcamz.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_confused.gif' alt=':-?' class='wp-smiley' /> ?</p>
<p style="text-align: justify;">[ad#co-1]</p>
<script src="http://feeds.feedburner.com/~s/Dcamz?i=http://www.dcamz.web.id/dagelan-kpk-vs-polri/" type="text/javascript" charset="utf-8"></script><!-- google_ad_section_end -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dcamz.web.id/dagelan-kpk-vs-polri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
